toP of the world
Is there anybody out there?
That wakes up with a bitter taste?
It’s a king that we put up there
And he's a short way to fall from grace
It's slowly filling upward.
You can stand but you have no ground.
I hear it from the lost words.
They say its time that you lost your crown.
Don’t be so greedy.
A dollar's a penny to you
When hearts are beating
Say what you want 'em to do.
Wasting away... I see you.
When the top of the world falls on you
Finally a day, don’t wanna be you.
When the top of the world falls on you
Is there anybody out there?
That can see what a man can change?
It’s better that you don’t care
Because he knows that he's in his state
I feel the paranoia.
When there’s a time, put you in your place
In the eyes of those who watch'ya
Well they can wait 'til you hit your face
Paint yourself a picture
When you waste another picture
And you win, And you win, and you win
Paint yourself a picture
And then you break another picture
And you win, And you win, and you win
And you win, And you win, and you win
Don’t be so greedy
A dollar’s a penny to you
When hearts stop beating
Say what you what 'em to do
Wasting away... I see you
When the top of the world falls on you
Finding a day, don’t wanna be you
When the top of the world falls on you
long journey
i run with my dream,
i count the distance,
no answer.
i break for a while,
i count again,
no answer.
i sequel my run,
until the one junction,
i try to decide left or right,
i predict right,
i take right and i run.
i count again how far i run,
no answer else.
today i still run,
but i dunno where to go,
AKHIR HAYAT RASULLULLAH SAW
Utk Renungan Bersama.
Mungkin kita terlupa dgn artikel ini. Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut. Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku." Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar adanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku", peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan."Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku" Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita. Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin....
worst
Hahaha, yeah ok la herm who ever feel dispointed in luv,mostly of course ryte hehe, but for me herm its hard to say la actually, because im not in relation so how come i MUST kecewa. argh go to hell la watever pun, life must go on.
herm i spend my nyte at warong beside ancasa hotel, -'alone' - hehe. Watched a few buskas play their guitar then i try to request one song from they, wanna noe wut song aha.. hotel california la haha, along that song i sing together and lastly i clap for their.
Around 3 hour duduk melanguk, i duno wut i do, order til 2 glass of milo ice and nasi lemak. Huh i never feel like that b4 neh, berkecamuk really fucking crowded.
12 am, arrive at home huh, emat wanna back to alor star, huh rase cam nak ikut dia balik je. But herm insuficient fund perhaps.
now 2 am herm still same situation, i should do something, but herm any idea please, please.....
from castle to alor star
haha yeah, well herm just few hour arrive from alor star nice n can spread my view haha. 3 day is very meanfull for me at alor star i dunno why i said like that, mayb bored kot stay at kl, nothing to do, just same routine. Actually this my second time i visit to alor star, 1st time i follow my roomate emat, but this time also with my roomate hehe.. nice ass. Congrat to azim wit his new jammin studio, not expansive i think just 18 ringgit per hour, with new instrument and cool studio. haha finally thanks a lot to jepun coz brought me to A.s. cayalah..
hatyai coming soon ahahahha
going back to my hometown
yahaha.. aku da nak balik da neh..bercuti 3 hari.. syok nyee... ok tata